Drone MQ-9 Reaper Terbang dari Inggris ke Belanda

Sebuah Drone MQ-9 Reaper memasuki wilayah udara Belanda untuk pertama kalinya. Pesawat tanpa awak ini dikendalikan dari jarak jauh (Inggris) dan mendekati pangkalan udara Leeuwarden, Belanda di bawah bimbingan kontrol lalu lintas udara militer Belanda. Sebagai gambaran, jarak antara London dan Amsterdam Belanda, adalah sekitar 545 km.

Selama penerbangan, prosedur kedatangan dan keberangkatan yang dirancang khusus untuk drone ini diuji oleh militer. Ini semua berjalan sesuai rencana. Pesawat itu dikemudikan dari Inggris oleh pilot (di darat) yang berkualifikasi. Seperti pesawat lainnya, pilot ini memiliki kontak dengan kontrol lalu lintas udara.

Drone MQ-9 Reaper Terbang dari Inggris ke Belanda. (@Netherlands Ministry of Defence)

“Penerbangan hari ini benar-benar tonggak sejarah bagi kami”, ujarLetnan Kolonel penerbang Boudewijn Roddenhof. Sebagai komandan Skuadron 306 dia mendapatkan Reaper yang dia miliki di Belanda. “Ini menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk beroperasi dengan MQ-9 Reaper di wilayah udara Belanda, sesuai dengan persyaratan penerbangan. Belum pernah pengawas lalu lintas udara kami memiliki kesempatan untuk mengenal pesawat ini. Kami segera memanfaatkan kesempatan ini”, ungkap situs Kementerian Pertahanan Belanda, 1/09/2021.

Perangkat pertama di akhir tahun ini

Angkatan Udara Kerajaan Belanda berharap untuk menyambut Reaper pertamanya pada akhir tahun ini. Pada awal Juli, pabrikan General Atomics Aeronautical Systems Inc. pesawat pertama yang ditujukan untuk Belanda diluncurkan. Reaper ini sekarang menjalani pengujian ekstensif. Skuadron 306 diharapkan akan beroperasi penuh dengan MQ-9 pada pertengahan 2023.

Reaper sepenuhnya sejalan dengan keinginan organisasi Pertahanan untuk beroperasi berdasarkan tindakan yang digerakkan oleh informasi. Pesawat dapat melakukan pengamatan dari udara, tanpa pilot di dalamnya. Kementerian Pertahanan Belanda telah memesan 4 pesawat tanpa awak MQ-9 Reaper.

%d blogger menyukai ini: